Persijap Jepara Terpuruk dengan Enam Kekalahan Beruntun dan Belum Raih Poin

Persijap Jepara masih menghadapi situasi sulit dalam persaingan BRI Super League 2026/2027 setelah mengalami enam kekalahan beruntun tanpa memperoleh satu poin pun. Klub berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut kembali gagal meraih hasil positif ketika dikalahkan Dewa United Banten FC dengan skor 0-2 pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kekalahan itu membuat Persijap semakin terpuruk di dasar klasemen sementara dengan koleksi nol poin. Dalam dunia Sepak Bola Indonesia, kondisi ini menjadi perhatian karena perubahan komposisi pelatih belum berhasil menghentikan tren negatif. Kini, Persijap menghadapi tantangan besar untuk memperbaiki performa sebelum jarak dengan para pesaing semakin melebar.
Persijap Jepara Mengalami Enam Kekalahan Beruntun di Super League
Perjalanan awal Persijap Jepara di BRI Super League 2026/2027 belum menunjukkan hasil positif. Skuad asal Jawa Tengah tersebut harus menerima enam kekalahan berturut-turut sehingga belum memperoleh satu poin pun. Kondisi yang kurang menguntungkan tersebut membuat tim berada pada posisi terakhir dalam kompetisi sepak bola nasional. Perkembangan yang terjadi menuntut langkah perbaikan dari seluruh komponen tim. Pada persaingan liga profesional, kehilangan poin secara terus-menerus berpotensi memengaruhi mentalitas pemain. Dengan demikian, Persijap harus mencari cara untuk bangkit agar hasil pertandingan berikutnya dapat meningkat.
Enam kekalahan yang dialami terjadi ketika menghadapi Madura United, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Bali United, Isenmulang Kalteng FC, dan Dewa United Banten FC. Dalam pertandingan pembuka, Persijap gagal mendapatkan poin menghadapi Madura United dengan skor 0-2. Kekalahan awal itu kemudian berlanjut ketika bertemu Borneo FC Samarinda dan mengakhiri pertandingan tanpa poin. Tim asal Jepara tersebut kemudian harus menerima hasil negatif melawan Maung Bandung. Tiga kekalahan awal itu menjadi indikasi adanya tantangan dalam menjaga organisasi pertahanan. Kendati strategi lawan tidak selalu sama, Persijap masih kesulitan mengubah peluang menjadi hasil.
Persijap Kembali Gagal Meraih Poin saat Menghadapi Dewa United
Pertandingan melawan Dewa United Banten FC pada Selasa, 20 Oktober 2026 menjadi ujian penting. Dalam pertandingan yang berlangsung di kandang Dewa United, Persijap mencoba tampil lebih disiplin terhadap skuad Dewa United yang memiliki performa positif. Sepanjang 45 menit pembukaan, barisan pertahanan Persijap mampu menjaga gawang tanpa kebobolan. Skor imbang 0-0 membuka kesempatan bagi Persijap untuk mengakhiri pertandingan dengan hasil lebih baik. Akan tetapi, keseimbangan permainan tidak bertahan pada babak kedua.
Keseimbangan kedudukan akhirnya terpecahkan pada menit ke-79 ketika Nick Kuipers membawa Dewa United unggul. Keberhasilan pemain Dewa United itu membuat Persijap tertinggal. Setelah kebobolan pada fase akhir, Persijap menghadapi tuntutan untuk segera merespons. Namun, upaya tersebut belum berhasil. Menjelang berakhirnya waktu tambahan, Pedro Cabral Carvalho memastikan kemenangan tim tuan rumah. Penyelesaian akhir pada masa tambahan waktu mengubah skor menjadi 2-0. Hasil ini menambah tekanan terhadap tim asal Jepara sekaligus memperlihatkan perlunya perbaikan pertahanan.
Lini Pertahanan Persijap Membutuhkan Evaluasi Serius
Faktor penting yang perlu dievaluasi dari performa Persijap Jepara adalah kedisiplinan lini belakang dalam menghadapi tekanan. Sepanjang fase pembukaan kompetisi, Persijap sering mengalami kesulitan meredam serangan. Gambaran nyata dari persoalan tersebut muncul dalam laga melawan Bali United. Pada pertandingan tersebut, Persijap kebobolan enam gol dan hanya mencetak satu gol. Kekalahan telak tersebut memperlihatkan pentingnya memperbaiki koordinasi antarpemain. Pada kompetisi liga tingkat tertinggi, kurangnya koordinasi antarlini dapat memberikan peluang berbahaya.
Agar pertahanan menjadi lebih kuat, Persijap harus memperbaiki koordinasi lini belakang. Seluruh anggota unit pertahanan dituntut bekerja secara terorganisasi ketika menghadapi serangan lawan. Selain itu, peran pemain tengah memiliki pengaruh besar untuk mencegah lawan membangun peluang. Dalam situasi perubahan dari menyerang menjadi bertahan, kecepatan melakukan tekanan menjadi faktor penting. Ketika organisasi pertahanan mulai membaik, Persijap dapat meningkatkan kesempatan memperoleh hasil positif. Namun demikian, performa kolektif seluruh lini tetap menentukan.
Produktivitas Serangan Persijap Juga Memerlukan Peningkatan
Di luar kesulitan menjaga gawang, Persijap harus mengembangkan ketajaman lini depan. Dalam tiga pertandingan awal, tim asal Jepara tersebut baru mampu mencetak satu gol ketika bertanding melawan Persib. Kontribusi gol dalam laga itu belum cukup menghasilkan poin. Saat menjalani laga tandang di Gianyar, Juan Teles membobol gawang lawan, tetapi hasil akhir masih berpihak kepada lawan. Catatan produktivitas ini menunjukkan perlunya pembenahan dalam menciptakan peluang matang.
Agar lini depan lebih efektif, barisan penyerang Laskar Kalinyamat harus meningkatkan kualitas kombinasi umpan. Dalam pertandingan melawan tim yang bertahan secara terorganisasi, ketepatan membaca ruang dapat membantu membuka peluang. Pemain sayap harus membantu memperluas area serangan, sementara penyerang tengah perlu meningkatkan ketepatan penyelesaian akhir. Peningkatan pemahaman antarpemain perlu dilakukan secara berkelanjutan. Apabila kemampuan mencetak gol meningkat, peluang menghentikan rentetan kekalahan dapat terbuka.
Juan Cortes Kembali Dipercaya Menangani Persijap Jepara
Performa kurang memuaskan Laskar Kalinyamat juga berdampak terhadap posisi pelatih. Ketika kompetisi baru dimulai, Persijap mempercayakan tim kepada Juan Cortes. Sayangnya, hasil pertandingan yang belum memuaskan membuat manajemen melakukan perubahan. Pelatih tersebut selanjutnya dialihkan dari posisi pelatih kepala dan menyerahkan tanggung jawab kepelatihan kepada Mario Lemos. Perubahan kepemimpinan ini diharapkan memperbaiki performa. Akan tetapi, Persijap belum berhasil memperoleh poin sehingga manajemen kembali mengganti pelatih.
Setelah Mario Lemos tidak lagi menangani tim, Persijap mempercayakan kepemimpinan tim kepada Antonio Claudio. Antonio Claudio menghadapi tantangan besar karena tim masih belum memiliki poin. Pada pertandingan melawan Dewa United, organisasi pertahanan mampu menahan lawan pada babak pertama, tetapi akhirnya kalah dua gol tanpa balas. Menyusul kekalahan keenam, Persijap kembali mempercayakan kursi pelatih kepada Juan Cortes pada 21 Oktober 2026. Keputusan ini membuka peluang penerapan strategi yang lebih terarah. Walaupun pergantian telah dilakukan, proses adaptasi dan perbaikan tidak dapat berlangsung seketika.
Pertandingan Berikutnya Menjadi Kesempatan Persijap Meraih Poin
Usai menjalani awal musim yang sulit, Persijap dituntut mempersiapkan diri menuju pertandingan berikutnya. Skuad yang kini kembali dipimpin Juan Cortes akan menghadapi Java United FC pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Pertandingan tersebut direncanakan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini. Dengan atmosfer pertandingan kandang, Persijap dapat memanfaatkan dukungan sebagai dorongan tambahan. Namun demikian, kemenangan tidak dapat diperoleh tanpa perbaikan. Disiplin pertahanan menjadi aspek yang harus diperhatikan agar tim mampu menghadirkan hasil yang lebih baik.
Kompetisi antarklub penghuni zona merah belum sepenuhnya tertutup bagi Persijap untuk memperbaiki posisi. Kendati menempati posisi ke-18, kesempatan bermain pada pekan berikutnya membuka kesempatan mengubah situasi. Namun, upaya kebangkitan membutuhkan kerja sama. Seluruh komponen internal klub perlu menyusun strategi yang realistis berdasarkan kondisi pemain. Ketika menjalani musim sepak bola profesional, hasil imbang maupun kemenangan memiliki arti penting. Oleh sebab itu, menghentikan rangkaian kekalahan menjadi target penting sebelum membicarakan target yang lebih besar.
Kesimpulan tentang Enam Kekalahan Beruntun Persijap Jepara
Enam kekalahan beruntun yang diterima Laskar Kalinyamat menghadirkan situasi yang sulit dalam perjalanan liga domestik tingkat tertinggi. Hasil negatif ketika menghadapi Dewa United menegaskan perlunya pembenahan setelah periode pembukaan kompetisi yang kurang memuaskan. Perubahan dalam jajaran kepelatihan belum berhasil menghasilkan poin. Setelah Juan Cortes kembali dipercaya memimpin tim, Persijap diharapkan menemukan stabilitas permainan. Pertandingan melawan Java United FC menjadi momentum penting untuk memulai perbaikan posisi klasemen. Bagaimana pendapat Anda, apakah Persijap Jepara mampu segera bangkit setelah enam pertandingan tanpa poin? Tuliskan prediksi Anda mengenai kemampuan Persijap memperbaiki performa.








